Upaya pencurian pedrol atau batu penambat rel di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (23/10) sekitar pukul 21.00 WIB, dipergoki oleh warga. Saat itu, warga mendengar suara pukulan benda besi di sekitar rel kilometer 101 hingga 102, tepatnya di Kalioso.
Warga mendapati dua orang tengah melepas baut dari rel. Mereka langsung mengejar pelaku, tetapi gagal. Jumlah bantalan rel yang hilang lebih dari 100. Padahal, lepasnya pedrol bisa menyebabkan rel melengkung sehingga kereta api bisa anjlok.
Di Semarang, dua orang tertangkap saat mencuri rel kereta di ruas antara Stasiun Jrakah hingga Mangkang. Tak hanya itu, pelaku juga mencopot paku penambat rel. Pelaku mengaku sudah tiga kali mencuri rel. Hasilnya dijual seharga Rp 2.300 per kilogram.
Polisi juga meringkus dua tersangka pencuri kabel optik pengatur sinyal kereta api di Brebes. Dalam penangkapan ini polisi menyita gergaji, pipa besi, dan lima jenis kabel optik. Pencurian terjadi di jalur sekitar Desa Larangan. Hasil curian dijual kepada tukang rongsokan keliling.
Sementara itu, pencurian kabel telepon di jalur kereta api di Medan, Sumatra Utara, kian marak. Hampir semua tiang telepon jalur komunikasi mulai dari Stasiun Perbaungan hingga Teluk Mengkudu tidak memiliki kabel telepon yang utuh. Semuanya putus dipotong dan raib digondol. Bahkan hanya untuk menggasak kabel, pencuri nekat menggergaji tiang kabel telepon. Kondisi ini memaksa sejumlah stasiun kereta menggunakan radio panggil sebagai sarana komunikasi.